Bangsa Indonesia merupakan bagian dari masyarakat global, sehingga kita
sebagai bangsa tidak mungkin dapat menghindarkan diri dari pengaruh
globalisasi. Oleh sebab itu, persiapan diri untuk mendapatkan sesuatu hal yang
positif dari pengaruh globalisasi perlu dilakukan sejak dini. Berikut ini akan
kita bahas tentang makna globalisasi bagi bangsa Indonesia dan politik luar
negeri Indonesia di era global. Selanjutnya akan diuraikan pula tentang dampak
globalisasi terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sikap
selektif dan cinta tanah air terhadap pengaruh globalisasi.
A.
Makna Globalisasi Bagi Bangsa Indonesia
Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini, suatu bangsa
tidak dapat menghindari diri globalisasi. Oleh sebab itu, perlu kita pahami
bersama tentang pengertian, ciri-ciri dan contoh globalisasi, sebagai berikut:
1. Pengertian Globalisasi
Globalisasi berasal dari kata global yang dalam bahasa Inggris “Concerning the whole earth” yaitu sesuatu yang berkaitan dengan jagat raya/dunia. Sesuatu yang dimaksud adalah masalah, kejadian,
kegiatan dan sikap.
Global dapat diartikan menyeluruh, di mana dunia ini tidak dibatasi
lagi oleh batas-batas negara, wilayah, ras, warna kulit dan sebagainya. Menurut John Huckle (Miriam Steiner, 1996 ) Globalisasi ialah “suatu proses dengan mana kejadian, keputusan dan kegiatan di
salah satu bagian dunia, menjadi konsekuensi yang signifikan bagi individu dan masyarakat yang jauh“.
Albrow ( Yaya, 1998) mengatakan bahwa globalisasi adalah “Keseluruhan proses di mana manusia di bumi ini (dimasukkan)
diinkoporasikan ke dalam masyarakat dunia tunggal, masyarakat global.” Oleh karena itu, proses ini bersifat majemuk sehingga kitapun memandang globalisasi
di dalam kemajemukan. Globalisasi
mengandung unsur dari proses, individu/manusia yang heterogen, tetapi memiliki kebutuhan yang sama.
Joe Huckle berpendapat bahwa
“Globalisasi adalah suatu proses di
mana kejadian, keputusan dan kegiatan
di salah satu bagian dunia menjadi suatu konsekuensi bagi
individu dan masyarakat di daerah lain”.
Kesimpulan bahwa globalisasi adalah suatu proses tentang berbagai peristiwa/kejadian, kegiatan, dan atau
keputusan yang dilakukan oleh individu maupun masyarakat yang bersifat mendunia. Peristiwa/ kejadian, kegiatan, dan atau keputusan tersebut
berdampak pada masyarakat yang jauh dan melampaui batas-batas wilayah negara.
2.
Ciri-ciri Globalisasi
Perlu kita ketahui bersama bahwa tidak semua kejadian, kegiatan atau
keputusan
kita katakan sebagai globalisasi. Hal ini disebabkan oleh adanya
ciri-ciri
yang menunjukkan globalisasi atau hanya kejadian biasa saja. Berikut
ini akan kita uraikan tentang ciri-ciri
globalisasi.
Menurut Hamijoyo (Mimbar, 1990) ciri-ciri globalisasi ialah:
a. Didukung oleh kecepatan
informasi, teknologi canggih, transportasi, dan
komunikasi yang diperkuat oleh tatanan dan manajemen yang tangguh.
b. Telah melampaui batas
tradisional geopolitik. Batas tersebut saat ini harus
tunduk kepada kekuatan teknologi, ekonomi, sosial politik, dan
mempertemukan tatanan yang sebelumnya sulit dipertemukan. c. Adanya
saling ketergantungan antara negara. d. Pendidikan merupakan bagian
dari globalisasi.
Menurut Emil Salim (Mimbar, 1989) ada empat
kekuatan yang
menyebabkan
dunia menjadi transparan yaitu perkembangan
Iptek yang semakin
tinggi, perkembangan bidang ekonomi yang mengarah kepada
perdagangan bebas,
lingkungan hidup, dan politik.
Menurut Tilaar ciri era globalisasi
yaitu adanya era masyarakat terbuka.
Keterbukaan
tersebut meliputi bidang ekonomi yang ditandai dengan adanya
pasar
bebas dan bidang politik ditandainya dengan berkembangnya nilai demokratis.
Masyarakat yang demokratis adalah masyarakat yang menghormati hak asasi manusia
dan menjunjung tinggi antara hak dan kewajiban.
Kesimpulan yang dapat kita ambil
bahwa ciri-ciri globalisasi ditandai
dengan adanya:
![]() |
| Dengan kemajuan teknologi di bidang informas dan komunikasi, kini kita bisa mengakseskeadaan di negara lain hanya dengan menggunakan internet. |
mudah
diakses dan dikomunikasikan atau disebarluaskan kepada masyarakat dunia.
b.
Kekuatan teknologi, ekonomi, sosial politik yang mampu menembus/ melampaui
batas-batas geopolitik.
c.
Penyebarluasan gagasan, pembaharuan dan penemuan hal-hal baru melalui
pendidikan.
d.
Era kompetitif baik dalam hal jasa dan produk barang.
e.
Masyarakat yang aktif, kreatif, dan selalu mengikuti zaman.
f.
Era perdagangan bebas.
g.
Tuntutan transparansi, demokratisasi maupun penghormatan hak asasi manusia.
h. Kehidupan bisnis yang semakin marak.
3.
Contoh Globalisasi
Untuk lebih kongkritnya tentang globalisasi, berikut akan kita
uraikan
tentang beberapa contoh globalisasi.
a.
Ekonomi
Bagi bangsa Indonesia globalisasi tidak akan memiliki arti apa-apa,
apabila
disikapi dengan acuh, atau menutup diri, apalagi menolaknya. Bangsa
Indonesia
merupakan bagian dari bangsa-bangsa lain di dunia ini. Oleh sebab
itu,
kita tidak bisa menghindarkan diri dari pengaruh globalisasi. Kita harus
menyadari
bahwa suatu bangsa yang mengisolasi diri dari percaturan dengan
bangsa
lain, tidak akan mampu mempertahankan hidup secara layak. Oleh
karena
tidak ada satu bangsa manapun melepaskan diri dari bantuan atau
kerja sama dengan bangsa lain.
Hal penting yang perlu kita catat bersama bahwa kemajuan suatu bangsa
juga tidak terlepas dari bantuan atau hasil
kerja sama dengan bangsa lain.
Suatu
bangsa tertentu merupakan bagian dari bangsa lain yang tidak bisa
terpisahkan,
karena telah terjadi hubungan timbal balik antara negara satu
dengan
negara lain. Dengan kata lain, adanya saling ketergantungan antara
negara
industri dengan negara agraris, antara produsen dengan konsumen
dan
sebaliknya. Contohnya negara maju sangat tergantung kepada negara
yang
berkembang atau miskin untuk menjual produknya, sebaliknya negara
miskin
atau berkembang merasa perlu membeli produk dari negara maju,
baik
untuk kebutuhan pokok maupun untuk kebutuhan pembangunan.
Bagi bangsa Indonesia era globalisasi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, dalam menghadapi era
globalisasi kita harus mampu mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia yang
berkualitas, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, peningkatan kualitas
jasa dan pariwisata. Di samping itu, pemerintah harus melakukan rencana dan
strategi pembangunan secara seksama, baik untuk jangka pendek, menengah, maupun
jangka panjang. Dengan demikian, dalam era globalisasi tersebut bangsa kita
sudah siap untuk berkompetisi dengan bangsa lain.
![]() |
| Globalisasi di bidang ekonomi, ditandai dengansistem pembayaran menggunakan kartu kredit |
Kesimpulan bahwa globalisasi pada bidang ekonomi nampak pada berbagai barang atau produk. Suatu barang/produk tertentu, misalnya kurma, air zam-zam, kentuky, hamburger, batik, dan sebagainya, semula hanya berada di suatu daerah atau negara tertentu sekarang sudah tersedia di pusat-pusat perbelanjaan di penjuru dunia. Selanjutnya sistem pembayaran yang semula secara kontan sekarang bisa dilakukan melalui cek, maupun kartu kredit. Kemudian masalah tenaga kerja, telah terjadinya persaingan antara tenaga kerja Indonesia dengan tenaga kerja dari negara Asia, Australia, Amerika maupun Afrika.
b.
Sosial Budaya
Contoh globalisasi pada bidang sosial budaya akan sangat nampak dalam
kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan kemasyarakatan telah terjadiperubahan
dalam melakukan hubungan. Zaman dahulu komunikasi secara langsung dari anggota
masyarakat satu dengan yang lain sering dilakukan, namun dalam era global
dewasa ini sudah jarang dilakukan. Mereka lebih senang menggunakan teknologi
yang lebih canggih, misalnya melalui telpon, SMS, bahkan melalui email. Zaman
dulu siswa ke sekolah naik sepeda bahkan jalan kaki, itu hal biasa walau tempat
sekolahnya agak jauh. Di era global ini, para siswa pergi ke sekolah sudah
banyak yang menggunakan sepeda motor. Dahulu penguasaan teknologi relatif
sederhana sekarang sudah menggunakan teknologi yang lebih canggih. Demikian
pula masalah kesenian, bahasa maupun sistem mata pencaharian sudah mengarah
kepada tata nilai yang lebih maju.


